Sosialisasi dan Penyaluran Bantuan Pemerintah, Pupuk NPK dan Pestisida Amabas Kepada Kelompok Tani Rahayu, Kelurahan Wirolegi

  • Jan 15, 2025
  • Firman

KIM WIROLEGI - Giat rutin, Penyuluh Pertanian BPP Sumbersari dilaksanakan pada Senin, 13 Januari 2025 bertempat dirumah bapak Totok. Giat rutin yang dilakukan berupa kegiatan sosialisasi dan penyaluran bantuan pemerintah. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota kelompok tani Rahayu sebanyak 22 orang, didampingi oleh PPL Bapak Yudi Kurniawan, S.P serta 3 orang mahasiswa magang Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Unej.

Kegiatan sosialisasi dan penyaluran dimulai dari pembukaan dan sambutan yang dilakukan oleh Polsek sumbersari,

Pak hadi wibowo Kanit binmas pak babin mas zaeni. Program astadita yang juga terdapat di sektor pertanian. Kenapa polisi turun ke jalan guna mewujudkan program pemerintah seperti pekarangan sehat yang bisa ditanami cabai tomat yang dapat menunjang kebutuhan keluarga, tanaman hortikultura. Semua yang direncanakan pemerintah baik seperti bantuan bibit pupuk. Semoga nantinya panennya berhasil.

Dilanjutkan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yaitu Diharapkan ada masa pemerintahan pak Prabowo kita dapat berswasembada pangan kembali seperti zaman orde baru agar kita dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tanpa ada impor dari negara lain. Hal ini juga terkait semakin meningkatnya angka pernikahan dan kelahiran yang semakin meningkat maka dilakukannya swasembada pangan, program bantuan pemerintah padi biofortifikasi yang bergizi baik bagi permasalahan seperti stunting. Kendalanya adalah bantuan belum turun. Bantuan harus dibagikan satu paket yakni padi, pupuk dan pestisida. 

Bantuan harus di bagikan 1 paket tidak bisa satu persatu karena padi biofertifikasi beda dengan padi yang lain cara memperlakukannya. Benih yang akan di bagikan yaitu benih inpari trizing 32. Hari ini penyaluran pupuk npk 1kw/ha dan pestisida berupa insektisida untuk mengendalikan wereng dan belalang. 

Permasalah petani terdapat tikus pada lahan, solusi pengendalian dengan racun dan menggunakan perangkap. Selain tikus terdapat pula wereng. Adanya penyakit mati leher dengan menggunakan pestisida seperti fungisida. Penjelasan mengenai serangan jamur prycularia. Ketika musim kemarau petani daerah wirolegi menanam tanaman jagung serta tembakau. 

Bapak Yudi selaku Petugas Penyuluh Lapangan Juga menjelaskan tentang Teknologi yang di terapkan di indonesia yang pernah di coba yaitu teknologi budidaya SRI dimana tanam satu persatu tanamnya kecil usia 5-10 hari uritannya, Sistem jajar legowo, Sitem PTT dan Sistem Tegel setelah di uji coba maka yang lebih cocok adalah sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan menggunakan pupuk organik tanam benihnya yang umur mudah serta menggunakan pupuk dasar dengan menggunakan pupuk kandang ditambahkan Npk serta SP36.

Kegiatan selanjutnya di lanjutkan dengan sesi diskusi dengan penambahan dari pak hadi orang akan tertarik ketika ada bukti nyata bahwa terdapat budidaya yang sesuai dengan arahan ppl yang menerima hasil panen 11 ton, jadi menyarakan untuk memberikan percontohan/demplot mengenai budidaya ptt yang mendapatkan hasil 11 ton.